PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA L) TERHADAP JUMLAH SEL SPERMATOSIT PRIMER DAN SEKUNDER PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)

Authors

  • Dwi Nurhidayah Zubaidah Universitas Halu Oleo
  • Mirna Yunita Sari Universitas Halu Oleo
  • Nur Rayani Universitas Halu Oleo
  • Ismail Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.36709/ampibi.v9i3.252

Keywords:

Beluntas, Spermatosit Primer, Spermatosit Sekunder, Rattus norvegicus L

Abstract

Beluntas (Pluchea indica) merupakan salah satu tumbuhan yang dapat dijadikan obat herbal antifertilitas karena mengandung senyawa metabolit seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak daun beluntas terhadap jumlah sel spermatosit primer dan sekunder pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus L.). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen (True-Experimen) menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 kelompok perlakuan dan 6 ulangan. Populasi penelitian yaitu 50 ekor tikus putih jantan. Sampel Penelitian dipilih secara Simple Random Sampling yaitu 24 ekor tikus putih dengan umur 8-10 minggu dan bobot normal 200 gram. Kelompok pertama merupakan kontrol (P0) tikus tidak diberi ekstrak. Kelompok kedua (P1) tikus diberi ekstrak dosis 1,5 mg/200 g BB. Kelompok ketiga (P2) tikus diberi ekstrak dosis 15 mg/200 g BB. Kelompok keempat (P3) tikus diberi ekstrak dosis 150 mg/200 g BB. Pemberian ekstrak daun beluntas untuk kelompok perlakuan dilakukan selama 49 hari, kemudian diambil organ testis sebelah kiri. Analisis data dilakukan melalui uji ANOVA menggunakan IBM SPSS Statistic versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun beluntas berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap jumlah sel spermatosit primer dan sekunder testis tikus putih strain Wistar. Jumlah sel spermatosit primer dan sekunder pada P1 berbeda nyata dengan P2 dan P3 (p<0,01). Kesimpulan yang diperoleh yaitu ekstrak daun beluntas berpengaruh negatif dengan menyebabkan terganggunya proses spermatogenesis dengan menurunkan jumlah sel spermatosit primer dan sekunder tikus.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Elmore, S. (2007). Apoptosis: a review of programmed cell death. Toxicologic pathology, 35(4), 495-516.

Ernawati, S. (2016). Faktor yang Memengaruhi Keluarga Berencana (KB) Pria dengan Paritisipasi Pria dalam Keluarga Berencana di Wilayah Kerja Puskesmas Sedayu II. JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia)(Indonesian Journal of Nursing and Midwifery), 4(2), 109-116.

Kusuma, A. M., Asarina, Y., Rahmawati, Y. I., & Susanti, S. (2016). Efek ekstrak bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) dan ubi ungu (Ipomoea batatas L) terhadap penurunan kadar kolesterol dan trigliserida darah pada tikus jantan. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 108-116.

Nurlely, N., Aslama, A. I., Cahaya, N., & Srikartika, V. M. (2022). Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Batang Pakan Banyu (Croton argyratus Blume) terhadap Kualitas dan Kuantitas Spermatozoa sebagai Antifertilitas. Jurnal Pharmascience, 9(1), 29-39.

Octavyani, G. K., Kuswanti, N., & Khaleyla, F. (2022). Pengaruh Ekstrak Daun Sawo Manila (Manilkara zapota L.) terhadap Jumlah Sel Leydig dan Spermatogenik Mencit Diabetes. LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi, 11(1), 113-121.

Oktavia, S., Ifora, I., & Putri, A. D. (2018). Uji toksisitas akut ekstrak daun waru (Hibiscus tiliaceus L.) pada mencit putih jantan. Jurnal Farmasi Higea, 10(1), 41-48.

Pranadya, N. M. E., Setyawati, I., & Yulihastuti, D. A. (2019). Jumlah sel-sel spermatogenik dan histologis testis mencit (Mus musculus L.) pasca pemberian ekstrak daun kaliandra merah (Calliandra calothyrsus Meissn.) dengan dosis dan interval waktu yang berbeda. Jurnal Biologi Udayana, 23(1), 34-41.

Plana, O. (2017). Male contraception: research, new methods, and implications for marginalized populations. American journal of men's health, 11(4), 1182-1189.

Putri, F. H. D. (2017). POTENSI EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L.) TERHADAP JUMLAH SEL LEYDIG DAN HORMON TESTOSTERON MENCIT (Mus Musculus) JANTAN (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).

Sumarmin, R. (2016). Perkembangan hewan. Kencana.

Wang, X., Decker, C. C., Zechner, L., Krstin, S., & Wink, M. (2019). In vitro wound healing of tumor cells: inhibition of cell migration by selected cytotoxic alkaloids. BMC Pharmacology and Toxicology, 20, 1-12.

Downloads

Published

2024-11-30

How to Cite

Zubaidah, D. N., Sari, M. Y., Rayani, N., & Ismail. (2024). PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA L) TERHADAP JUMLAH SEL SPERMATOSIT PRIMER DAN SEKUNDER PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS). AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi, 9(3), 241–246. https://doi.org/10.36709/ampibi.v9i3.252