JENIS – JENIS TUMBUHAN ZINGIBERACEAE DI KECAMATAN WUNDULAKO KOLAKA

Authors

  • Damhuri Universitas Halu Oleo, Indonesia
  • Lili Darlian Universitas Halu Oleo, Indonesia
  • Islamiati Ridwan Universitas Halu Oleo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36709/ampibi.v10i1.320

Keywords:

Klasifikasi, Zingiberaceae, Wundulako

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang jenis-jenis Tumbuhan Zingiberaceae di Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode eksplorasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil Identifikasi diperoleh 9 jenis yang terdiri atas 5 genus tumbuhan famili Zingiberaceae yaitu genus Curcuma, Boesembergia, Kaempferia, Alpinia, dan Zingiber. Genus Curcuma terdiri dari Curcuma longa, Curcuma zanthorrhiza Roxb. Curcuma zedoaria, Curcuma aeruginosa R. Genus Boesembergia terdari dari : Boesembergia rotunda. Genus Kaempferia terdari dari : Kaempferia galangal L. Kaempferia rotunda L.  Genus Alpinia terdiri dari : Alpinia purpurata dan Genus Zingiber terdari dari : Zingiber officinale R. Famili Zingiberaceae yang ditemukan di Kecamatan Wundulako tumbuh pada habitat terestrial, habitus herba dengan arah tumbuh tegak lurus, memiliki helaian daun yang berbentuk lanset, memiliki daun lengkap yaitu memiliki pelepah daun, helaian daun dan tangkai daun, dan batang berbuku-buku sebagian tertanam didalam tanah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Darlian, L., & Nuwiah, S. F. (2024). FAMILIA ZINGIBERACEAE SEBAGAI OBAT TRADISIONAL MASYARAKAT JAWA DI DESA SUMBERSARI KONAWE SELATAN. AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi, 8(4), 274-282..

Evalina, T., 2017. Efektifitas Ekstrak Tanaman Zingiberaceae Terhadap Mortalitas Imago dan Penghambatan Penetas Telur Callosobruchus Chinensis (L.) Sebagai Obat Analgetik. Skripsi. 42

Herbie, T., (2015). Tumbuhan Obat Untuk Penyembuhan Penyakit Dan Kebugaran Tubuh. Yogyakarta: CV. Solusi Distribusi.

Holttum, R. E. (1950). The Zingiberaceae of the Malay peninsula.

Nikmatullah, M., Leksono, S. M., & Marianingsih, P. (2015). Keanekaragaman Zingiberaceae Sebagai Konten Materi Keanekaragaman Hayati di SMA Pandeglang. Biodidaktika: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 10(2).

Nurainas, Yunaidi. (2006). Panduan Lapangan Jahe-Jahean Liar Di Taman Nasional Siberut. Padang: Garisatra.

Pandey, B. P. (2003). Angiosperms: Taxonomy, Anatomy, Embryologi.

Pitopang, R., Rizaldi, R., Saleh, M. F. M. R., Ramawangsa, P. A., 2021. Jenis-jenis Tumbuhan Suku Zingiberaceae di Cagar Alam Pangi Binangga Sulawesi Tengah. Jurnal Bios Logos. 11(1):19-27. Diakses 6 Juli 2023 https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/bioslogos/article/view/31260

Ramadanil, R., Rizaldi, R., Saleh, M. F. R. M., & Ramawangsa, P. (2021). Jenis-jenis tumbuhan suku Zingiberaceae di cagar alam pangi binangga Sulawesi Tengah. Jurnal Bios Logos, 11(1), 19-27.

Putra, I. G., Sukewijaya, I. M., & Pradnyawathi, N. L. M. (2015). Identifikasi Tanaman Jahe-Jahean (Famili Zingiberaceae) di Bali yang dapat Dimasukkan Sebagai Elemen dalam Desain Lanskap. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 2(1), 18-26. Diakses 7 Juli 2023 https://ojs.unud.ac.id/index.php/JAT/article/view/4575

Rosanti, D. (2013). Morfologi Tumbuhan. Jakarta: PT Erlangga.

Santika, Y. (2015). KEANEKARAGAMAN ZINGIBERACEAE PULAU WAWONII SULAWESI TENGGARA. Prosiding SNaPP: Sains, Teknologi, 5(1), 9-14.

Soegihardjo, C. J., 2013. Farmakogmosi. Yogyakarta: PT Citra Aji Parama.

Suriyanto, I., & Dirhamsyah, M. (2015). Identifikasi jenis jahe-jahean liar (zingiberaceae) di kawasan hutan lindung gunung ambawang kecamatan kubu kabupaten kubu raya. Jurnal Hutan Lestari, 4(1). Diakses 2 Februari 2023 https://onesearch.id/Record/IOS1440.article-14591

Tjitrosoepomo, G., 2009. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Downloads

Published

2025-05-30

How to Cite

Damhuri, Darlian, L., & Ridwan, I. (2025). JENIS – JENIS TUMBUHAN ZINGIBERACEAE DI KECAMATAN WUNDULAKO KOLAKA. AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi, 10(1), 66–72. https://doi.org/10.36709/ampibi.v10i1.320