TUMBUHAN HERBA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DAN HUTAN ALAMI DESA AMONGGEDO KABUPATEN KONAWE

Authors

  • Asmawati Munir Universitas Halu Oleo, Indonesia
  • Suriana Gende Ede Universitas Halu Oleo, Indonesia
  • Agustan Universitas Halu Oleo, Indonesia
  • Mirawati Aru Universitas Halu Oleo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36709/ampibi.v10i1.321

Keywords:

Herba, Perkebunan Kelapa Sawi, Hutan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan herba yang terdapat di Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat dan Hutan Alami Desa Amonggedo, Kabupaten Konawe. Objek penelitian ini adalah tumbuhan herba yang berada di Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat dan Hutan Alami. Metode yang digunakan adalah eksplorasi dengan teknik jelajah. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan tumbuhan herba di Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat sebanyak 5 jenis terdiri dari 2 Classis, 5 Ordo dan 5 Familia. Tumbuhan herba yang termasuk kelas Monokotil terdiri dari Papalum conjugatum, Scleria lithosperma (L.) Sw. Kelas Dikotil terdiri dari Emilia sonchifolia (L.) DC. Ex DC, Phyllanthus niruri L, Peperomia pellucida (L). Tumbuhan herba yang ditemukan di Hutan Alami sebanyak 18 jenis terdiri dari 2 Classis, 10 Ordo dan 12 Familia. Tumbuhan herba yang termasuk kelas Monokotil terdiri dari Paspalum conjugatum P. J Bergius, Lophatherum gracile Brongn, Aglaonema simplex, Alocasia macrorrhiza (L) Schott, Scleria lithosperma (L.) Sw, Amomum dealbatum Roxb, Curcuma longa L, Zingiber officinale Rosc, Stachyphrynium repens (Korn). Kelas Dikotil terdiri dari Phyllanthus niruri L, Spermacoce exilis (L.O.Williams), Blumea laciniata (Wall. ex Roxb.) DC, Ageratum conyzoides L, Crassocephalum crepidioides (Benth.) S. Moor, Hyptis rhomboidea Mart, Torenia violacea, Sarcopyramis subramanii, Peperomia pellucida (L.) Kunth. Jumlah jenis terbanyak dari kelas Monokotil yaitu pada famili Zingiberaceae, Araceae dan Poaceae. Jumlah terbanyak dari kelas Dikotil yaitu famili Asteraceae.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Fitriany, R. A. M. (2015). Studi keanekaragaman tumbuhan herba pada area tidak bertajuk blok curah jarak di hutan musim taman nasional baluran (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Malang).

Hutasuhut, M. A. (2018). Keanekaragaman tumbuhan herba di cagar alam Sibolangit. Klorofil: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan, 1(2).

Handayani, T., & Amanah, N. (2018). Keanekaragaman jenis tumbuhan strata herba di Kawasan Gunung Tidar Kota Magelang sebagai sumber belajar biologi. In SENDIKA: Seminar Pendidikan (Vol. 2, No. 1, pp. 85-90).

Maryani, S. (2018). Keanekaragaman Tumbuhan Herba di Daerah Aliran Sungai Tapak Moge Sebagai Referensi Pendukung Pembelajaran Keanekaragaman Hayati di SMAN 16 Takengon (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry Banda Aceh).

Polunin, N. (1994). Pengantar geografi tumbuhan dan beberapa ilmu serumpun.

Prihatman, K. (2000). Budidaya Udang Windu, Kantor Deputi Menristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Syafei, E. S. (1994). Pengantar Ekologi Tumbuhan, Jurusan Biologi Fakultas MIPA, ITB Bandung.

Sulfayanti, R., Dirhamzah, D., & Nurindah, N. (2023). Analisis vegetasi tumbuhan bawah di Kawasan Hutan Konservasi Topidi Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi, 3(1), 38-43.

Wardila, S., Syafira, S., Raihan, Z., Razma, E. N., & Amin, N. (2022, October). Struktur Komunitas Tumbuhan Herba Di Kebun Kopi Di Desa Toweren Antara Kabupaten Aceh Tengah. In Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan (Vol. 10, No. 2, pp. 39-48).

Zahra, P. H., Bancin, H., & Amin, N. (2021, June). Struktur komunitas tumbuhan herba di desa Iboih Kecamatan Suka Karya Kota Sabang. In Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan (Vol. 9, No. 2, pp. 48-51).

Downloads

Published

2025-05-30

How to Cite

Munir, A., Ede, S. G., Agustan, & Aru, M. (2025). TUMBUHAN HERBA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DAN HUTAN ALAMI DESA AMONGGEDO KABUPATEN KONAWE. AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi, 10(1), 60–65. https://doi.org/10.36709/ampibi.v10i1.321